Owh..sungguh peribahasa yang cocok menggambarkannya
Di hari ketujuh peraturan baru ini,tiga hari diantaranya patut bermoto ‘siapa telat dia tidak dapat’ Maka di tiga hari itulah gw puasa makan siang *ah,ini ga gw banget ya.. Maka di tiga hari itulah gw makan siang ngirit *ah,ini juga sungguh terlalu!
Maka di tiga hari itulah gw secara tidak ikhlas mengembalikan uang makan pada negara dan mulai bertanya ‘sampe ga sih?pada siapa sebenarnya?’ Dan pertanyaan2 lain yang gw ga kepengen tau kenyataan dan ending sebenarnya *karena kadang menyakitkan [ini hak kami,jika dipotong,dikemanakan?]
Tiga hari yang dengan peraturan baru,jika telat 1 (satu) menitpun tidak akan memperoleh uang makan *bah peraturan macam mana pula yang tak memberikan toleransi barang 15menit ketelatan ‘tenang ini kan masih diliat’ kata seorang bos menanggapi keluhanku well..well..let’s see and wait for the ending then.
Tiga hari yang memang diniatin untuk telat.eh,2 hari memang diniatin dan 1 hari ‘terpaksa manyun’ gara2 di 100 langkah menuju kantor tapi terhalang hujan deras..*dan naik bajaj sepanjang 30mnt (!!) dan telat juga~_~
Empat hari sisanya-sungguh-penuh peluh dan perjuangan..
Aku melakukannya sungguh bukan karena 25ribu itu,tapi karena mengejar kedisplinanku yg rasanya makin lama makin luntur That something have to make me straight again..*haAaahh??
HWAITING!! *semangat,fighting!
